Tinggalkan komentar

Raja Swedia Yang Mulia Carl XVI Gustaf berkunjung ke Indonesia

JAKARTA, Raja Swedia Yang Mulia Carl XVI Gustaf pada 31 Januari hingga 2 Februari berkunjung ke Indonesia untuk meninjau aktivitas kepramukaan dan membantu program Messengers of Peace (Duta Perdamaian). Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kehormatan World Scout Foundation, Yang Mulia akan memberikan dana US$ 500.000 untuk program tersebut.

Selain itu, Yang Mulia juga akan bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pramuka Utama. Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, Bapak Presiden memberikan Lencana Tunas Kencana kepada Yang Mulia Carl XVI Gustaf .

Sejak kanak-kanak, Yang Mulia memang aktif di Organisasi Pramuka Swedia. Mulai 2001, Yang Mulia Carl XVI Gustaf bersama Raja Saudi Arabia, Yang Mulia HM Abdullah menggulirkan gagasan yang disebut Messenger of Peace (Duta Perdamaian). Program kedua raja ini menginspirasi 10 juta anggota pramuka di 110 negara untuk menciptakan dunia yang lebih damai. Selain itu membantu memecahkan hambatan di dalam masyarakat yang heterogen dan menyembuhkan luka yang terjadi di dalam komunitas.

Kunjungan Yang Mulia Carl XVI Gustaf diawali dengan Ziarah Kenegaraan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan pada Selasa (31/1) pagi. Kemudian Yang Mulia ke Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur untuk menyaksikan pergelaran aktivitas adik-adik pramuka dan menyerahkan bantuan US$ 500.000.

Pada sore hari, Yang Mulia melakukan kunjungan kehormatan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sekaligus menerima Lencana Tunas Kencana. Keesokan harinya, Raja Swedia mengunjungi DI Yogyakarta untuk meninjau aktivitas Messenger of Peace di provinsi ini. Selain Yogyakarta, program Duta Perdamaian untuk anggota pramuka ini berlangsung di tujuh provinsi, yaitu
1. Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta dengan program kebersihan Sungai Ciliwung
2. Kwarda Gerakan Pramuka Banten dengan program berkebun tanaman hias bagi Pramuka
3. Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah dengan program menanam pohon mangrove/bakau untuk kehidupan
4. Kwarda Gerakan Pramuka D.I. Yogyakarta dengan program menjaga kelestarian budaya tradisional Yogyakarta dengan Sanggar Pramuka
5. Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur dengan program menanam terumbu karang (Pramuka Jawa Timur Peduli Lingkungan Laut)
6. Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat dengan program berkreasi dengan kerajinan bamboo
7. Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Barat dengan program belajar membordir untuk peningkatan tarap hidup

Indonesia merupakan negara yang terbanyak melakukan program ini. Hal ini terkait dengan jumlah anggota pramuka di Tanah Air yang mencapai 21 juta, terbanyak di dunia. Lewat program ini, Gerakan Pramuka berencana melibatkan 2 juta anggotanya sebagai “Messenger of Peace” (Duta Perdamaian).

“Sejak berdiri 50 tahun lalu, Gerakan Pramuka telah berperan dalam pembangunan nasional dan terlibat dalam membantu masyarakat yang terkena bencana alam,” kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof. Dr. H. Azrul Azwar, MD, MPH. Memang, anggota pramuka ikut serta dalam program pembangunan masyarakat desa. Mulai dari yang fisik hingga penyuluhan oleh Satuan Karya Pramuka Bakti Husada, Saka Kencana, Saka Taruna Bumi dan lainnya.

Ketika terjadi krisis moneter tahun 1997, Kwartir Nasional membentuk Satuan Tugas Pramuka Peduli. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan kementrian lain melibatkan anggota pramuka dalam program pemberdayaan masyarakat. Kepedulian lain ditunjukkan pada saat terjadi bencana alam yang melanda berbagai daerah.

Beberapa hari setelah gempa dan tsunami melanda Nanggroe Aceh Darussalam (Desember 2004), Gerakan Pramuka menerjunkan 300 anggotanya untuk mengevakuasi jenazah dan mengelola lokasi pengungsian. Selama dua bulan mereka berada di sana. Setahun kemudian Kwartir Nasional mengadakan Community Development Camp di Aceh yang diikuti 3000 pramuka dari seluruh Indonesia.

Di Yogyakarta terbentuk komunitas anggota pramuka yang selalu membantu warga ketika terjadi letusan Gunung Merapi. Satuan Tugas Pramuka Peduli atau Brigade Penolong juga terdapat di beberapa kwartir daerah. Pada Kwartir Nasional periode 2008-2013, mulai ada Wakil Ketua Kwartir Nasional bidang Pengabdian masyarakat dan Siaga Bencana.

“Kerja dari kaum muda ini luar biasa, Gerakan Pramuka telah mengadakan kegiatan yang membuat kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik,” kata John Geoghegan, Direktur World Scout Foundation. Menurut John, Raja Swedia terkesan dengan perkembangan Gerakan Pramuka Indonesia dan memotivasinya berkunjung ke Indonesia. Kali ini, Yang Mulia membantu Program “Messengers of Peace” dan memperkuat kapasitas organisasi untuk menciptakan hari esok yang lebih baik..

Untuk informasi lebih lanjut, tersedia di laman (website)
www.pramuka.or.idwww.scoutmessengers.org andwww.worldscoutfoundation.org;

Contact person:
Ms. Septembri Yanti- 0812 9650 663 (Kwarnas Gerakan Pramuka)
Mr. John Geoghegan- 0812 1347 6822

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: