Tinggalkan komentar

KWARRAN DUKUHTURI ADAKAN JAMBORE RANTING 2013

jamran 2013 1

 Setelah vakum kegiatan Jambore di tingkat kwartir ranting Dukuhturi, akhirnya di akhir tahun 2013 ini kembali adakan Jambore Ranting. Kegiatan Jambore Ranting kwaran Dukuhturi ini merupakan program perdana setelah pengukuhan pengurus Kwaran beberapa waktu lalu. Berkat kesigapan seluruh Jajaran kepengurusan   baru, hanya berselang dua minggu sejak pengukuhan, kwaran dukuhturi mampu laksanakan kegiatan yang selalu dinanti nantikan oleh segenap penggalang  diwilayah kwartir ranting Dukuhturi ini.

Seperti beberapa tahun sebelumnya, kegiatan yang dilaksanakan pada jumat hingga minggu tanggal 8-10 November 2013 ini dipusatkan dilapangan Dukuhturi yang berlokasi di Desa Pagongan Kecamatan Dukuhturi. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh pangkalan SD/MI dan SMP/MTs di wilayah Kwartir Ranting Dukuhturi. Suksesnya Kegiatan Jambore Ranting 2013 Kwaran Dukuhturi tak lepas dari peran serta seluruh elemen terkait, mulai dari unsur mabiran hingga mabigus. Kak Wardi, S.Pd selaku Ketua harian kwaran dukuhturi yang sehari – hari menjabat Kepala Kantor Dinas Pendidikan Kecamatan Dukuhturi sangat peduli terhadap perkembangan Gerakan Pramuka diwilayah Dukuhturi. Beliau tak segan segan memberikan sangsi kepada Kepala SD di wilayah binaanya apabila ditemui kepala Sekolah di wilayah binaannya tidak mendukung perkembangan Gerakan Pramuka, karena “Pramuka merupakan satu satunya organisasi yang sampai dengan detik ini tetap konsisten terhadap nilai nilai karakter bangsa, sehingga kita sebagai stake holder wajib untuk mendukung gerakan ini, tetapi kita semua bersyukur karena Ka Mabigus di wilyah Dukuhturi ternyata sangat antusias, inilah buktinya kita mampu menyelenggarakan Jamran dlm waktu singkat” demikian tegas beliau.
Dukungan penuh juga disampaikan Camat Dukuhturi, kak Eliya Hidayah, S.IP selaku ka mabiran kawaran Dukuhturi, Beliau mengatakan “ Kita Prihatin dengan kondisi pemuda saat ini, dimana pergaulan bebas telah menjangkiti sebagian dari pemuda kita, krisis identitas sebagai bangsa juga telah menjangkiti pemuda kita, ini masalah yang harus kita pecahkan bersama oleh semua komponen bangsa, Namun kita bersyukur masih ada Pramuka yang telah teruji dalam membentuk karakter pemuda harapan bangsa, mudah mudahan melalui kegiatan Jambore kelak adik-adik pramuka peserta Jambore ini akan lahir menjadi generasi emas yang akan menjaga keutuhan NKRI” demikian tukas beliau dengan semangatnya saat membuka Jambore ranting beberapa waktu lalu.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ka Pusdik Dewaruci kak Ike Nachrawi, Seorang senior di jajaran Pusdiklatpram yang selalu eksis dalam membina anggota dewasa. Dalam kesempatan tersebut beliau memberikan pencrahan tentang jenjang pendidikan yang perlu di ikuti oleh para pembina pramuka guna peningkatan mutu pendidikan kepramukaan dilingkungan gudep binaan masing masing.
Ada perkembangan yang cukup signifikans berkaitan dengan kualitas kegiatan Jambore ranting 2013 jika dibandingkan dengan kegiatan beberapa tahun sebelumnya, yaitu adanya materi ketertiban lalu lintas yang dismpaikan oleh Kak Parman anggota Polsek dukuhturi, dan Wasan Kebangsaan oleh anggota Koramil Dukuhturi untuk peserta dari gudep SMP/MTs dan Sosialisasi UU No 12 Thn 2010 yang disampaikan oleh Kak Sopan Efendi pengurus kwarcab 11 28 Tegal kepada jajaran pembina dan Ka Mabigus. Materi inilah yang akan menambah wawasan tentang pentingnya Pramuka dalam pembentukan karakter dikalangan peserta didik.
Keseriusan Kwaran Dukuhturi dalam hal kualitas kegiatan ditunjukan dengan disediakannya tropi kejuaraan tiap bidang lomba. Kami sudah mensetting kegiatan ini dengan maksimal, meski masih ada beberapa hal yang memang perlu ada sedikit pembenahan setidaknya dengan banyaknya tropi kejuaraan akan lebih memotivasi Gugus Depan untuk lebih bersaing secara sehat. Demikain ungkap Kak Suci selaku Ketua Jamran 2013 usai upacara penutupan.
Dari hasil kegiatan Gudep 05.095 – 05.096 pangkalan SMP Negeri 1 Dukuhturi berhasil meraih Juara Umum dan memboyong 7 Tropi sekaligus, di susul Gudep SMP N 2 Dukuhturi sebagai juara umum ke 2 dan sebagai juara umum ke tiga diraih oleh gudep SMP NU 02 Dukuhturi. (IHP)

Tinggalkan komentar

Banggalah jadi Anggota Pramuka, Tunas Emas Generasi Muda Indonesia

537203_548338825219745_104838244_n
Jakarta (14/8) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh peserta dan para anggota Pramuka di Tanah Air untuk terus bersemangat mengikuti kegiatan dan aktivitas kepramukaan. “Banggalah jadi anggota Gerakan Pramuka, menjadi tunas-tunas emas generasi muda Indonesia,” seru Presiden dalam amanahnya pada Hari Pramuka ke-52, Rabu (14/8) pukul 16.00 di Lapangan Gajah Mada, Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur.

Menurut Presiden, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang berbudi luhur, ramah dan toleran. Itulah karakter bangsa Indonesia yang luhur. Untuk terus menjaganya, harus dilakukan dengan mendukung dan mengembangkan revitalisasi Gerakan Pramuka.

Kepala Negara menyampaikan, bangsa Indonesia dapat merdeka dari penjajahan karena memiliki karakter pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan. Selain itu, Indonesia sebagai bangsa yang beragam dapat hidup rukun karena adanya Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

“Peran generasi muda sebagai subyek sejarah, aktor kritis dan kreator yang menentukan wajah masa depan bangsa kita harus kita bina,” ujar Presiden. Generasi muda saat ini akan menjadi pelaku sejarah yang menentukan kemajuan bangsa Indonesia, tambahnya.

SBY berharap pada kemerdekaan Indonesia yang ke-100 tahun nanti, Indonesia dapat tampil sebagai bangsa yang unggul dan maju. “Adik-adik akan menjadi penggerak utama kemajuan bangsa,” tegasnya

Revitalisasi Gerakan Pramuka harus terus diarahkan ke pemantapan gerakan dalam memperkuat karakter bangsa. Karakter dan watak bangsa yang unggul akan mampu mempertahankan nilai-nilai bangsa. Menurut SBY, pemantapan dapat dilakukan pada 4 konsesus bangsa Indonesia yaitu Pancasial, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. “Insya Allah akan mempertahankan cita-cita generasi muda untuk menjadi generasi yang cerdas, tangguh, unggul, inovatif, dan mandiri,” kata SBY.

“Kita ingin memiliki generasi muda yang berakhlak mulia, memiliki sikap toleran, humanis, dan siap bersaing dengan dunia global,” lanjut Presiden.

Tak lupa, Presiden juga mengingatkan adik-adik Pramuka untuk selalu rukun dengan sesama, memiliki rasa toleransi tinggi pada siapaun walaupun berbeda. “Indonesia adalah bangsa majemuk kita harus bisa hidup dalam kemajemukan itu,” SBY mengingatkan.

Peran serta Gerakan Pramuka di Tanah Air dalam pemantapan karakter bangsa terus berkembang. Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar sebelumnya menyampaikan mengenai keberhasilan gerakan Pramuka dalam waktu tujuh tahun terakhir.

Keberhasilan ini dibagi menjadi 3 milestone, pertama, pencanangan program Revitalisasi Pramuka oleh SBY tahun 2006. Kedua, terbitnya UU No.12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Terakhir, masuknya pendidikan kepramukaan ke dalam Kurikulum 2013 sebagai ektrakuliluler wajib.

“Yang diwajibkan bukan mengikuti pendidikan kepramukaan di sekolah, melainkan mendirikan gugus depan Gerakan Pramuka di setiap sekolah. Sumber: presidenri.go.id

Tinggalkan komentar

Pemerintah Akan Sediakan Dua Guru Pramuka Di Setiap Sekolah

agung-laksono
Jakarta, 16 Agustus – Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR. Agung Laksono mengatakan, pemerintah akan menyediakan setidaknya dua orang guru di setiap sekolah yang ditujukan untuk mengajar dan melatih Pramuka.

Dia mengatakan, dua guru tersebut akan diambil dari masing-masing sekolah. Kemudian mereka akan mendapatkan pelatihan dari Kwartir Nasional atau Kwartir Daerah Pramuka, yang berkoordinasi dengan TNI dan Kepolisian Republik Indonesia.

“Pelatihan akan dilakukan secara berjenjang dan melalui daerah masing-masing,” kata Menko Kesra saat ditemui usai melaksanakan Halal Bihalal Kemenko Kesra bersama LPP RRI, Kamis (15/8/2013) siang di Auditorim RRI, Jl. Medan Merdeka Barat 4-5, Jakarta.

Kemudian, pemerintah akan menyediakan dua orang guru khusus Pramuka untuk menunjang Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah pada kurikulum baru ini.

“Untuk itu, diharapkan anak-anak tidak hanya berpenampilan seperti Pramuka, tetapi bersikap juga seperti Pramuka,” harapnya.

Menko Kesra mengaku, program revitalisasi terhadap Pramuka yang telah dijalankan selama tujuh tahun terakhir harus terus dilakukan. Dalam hal ini revitalisasi gerakan Pramuka harus diberdayakan, serta berperan lebih besar dalam menghasilkan generasi muda yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan yang kuat.

“Revitalisasi Pramuka terus diarahkan pada pemantapan pembinaan karakter bangsa, dan untuk memantapkan komitmen generasi muda terhadap empat konsensus dasar bangsa yaitu yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.(Si/Gs)

Tinggalkan komentar

JENJANG SISTEM DIKLAT ANGGOTA DEWASA (BAGIAN 1)

Sistem Pendidikan dan Latihan untuk Anggota Dewasa merupakan bagian dari proses pembinaan anggota dewasa   yang secara garis besar terdiri atas kursus,  pertemuan dan kegiatan.

Kursus Pembina Pramuka Mahir

adalah kursus linier yang dilaksanakan secara beurut dan berjenjang.. Kursus ini terdiri atas dua jenjang yaitu:

1) Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD)

KMD adalah jenjang pertama Kursus Pembina Mahir. Peserta KMD adalah anggota dewasa ( Pembina) dan Pandega yang akan membina  peserta didik di Gugusdepan.

Narakarya I

Setelah selesai KMD, mereka  diharuskan melaksanakan masa pengembangan yang disebut dengan narakarya I, yaitu mempraktekkan dan mengembangkan pengetahuan yang diperolehnya, guna mendapatkan pengalaman membina pada gugusdepan selama 6 bulan . Pada masa pengembangan didampingi seorang Pelatih Pembina. Mereka yang telah menyelesaikan Narakarya I berhak mendapatkan surat keterangan dan Surat Hak Bina ( SHB).

Selanjutnya dapat mengikuti jenjang berikutnya

2) Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML)

KML adalah jenjang kedua Kursus Pembina Pramuka Mahir yang dititikberatkan pada praktek membina satuan. Peserta KML adalah lulusan KMD dan menyelesaikan masa pengembangan (Narakarya I ) dan akan memilih spesialisasi Pembina Pramuka Golongan Siaga, Penggalang dan  Penegak /Pandega

Narakarya II

Setelah mengikuti KML, seorang pembina harus melakukan masa pemantapan  untuk membina pada gugudepan selama 6 bulan . Pada masa pemantapan didampingi seorang Pelatih Pembina. Mereka yang telah menyelesaikan Narakarya II berhak dilantik menjadi Pembina Mahir, mengenakan selendang dan pita mahir serta Ijasah.

Kursus Pembina Pramuka Mahir (Dasar dan Lanjutan) merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan, karena saling melengkapi.

Baca SK  Kwarnas ( Lbr.1) tentang Sistem Diklat Bagi Anggota Dewasa

Tinggalkan komentar

SOSIALISASI UNDANG-UNDANG KEPEMUDAAN DAN UNDANG-UNDANG KEPRAMUKAAN

Slawi,- Wakil Bupati Tegal, H. Hery Soelistiyawan SH, MHum, saat Acara sosialisasi undang-undang kepemudaan dan Undang-Undang Kepramukaan bersama Ka. Kwarcab 11.28 Tegal.
Acara sosialisasi undang-undang kepemudaan dan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tegal, H. Hery Soelistiyawan, SH, MHum, di Aula SMK Negeri 1 Slawi, Selasa (16/10) di hadiri Camat dan Kwarran se Kabupaten Tegal, utusan dari Pramuka dan Organisasi Kepemudaan (OKP) dan KNPI.

Dikatakannya bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal melalui Bidang Kemasyarakatan melakukan sosialisasi sosialisasi undang-undang kepemudaan dalam rangka membekali para pemuda sebagai Generasi Penerus bangsa agar menjadi pemuda yang mempunyai jati diri. Sedangkan Undang-Undang No 12 tahun 2010 tentang kepramukaan sebagai dasar hukumnya dalam rangka memberikan pemahaman bagi Kamabigus (Kepala Sekolah) dan para pembina pramuka agar tidak ragu lagi melakukan kegiatan kepramukaan sekaligus sebagai tindak lanjut dari maraknya Tawuran antar pelajar.

Bagi anggota pramuka bertujuan membentuk karakter kehidupan berbangsa (Karakter building), sehingga dengan tersosialisasinya undang-undang pramuka itu diharapkan Kwarcab 11.28 Tegal semakin gebyar kegiatannya.

Tinggalkan komentar

PENGURUS KWARRAN DUKUHTURI TILIK HAJI KE ANGGOTA MABIRAN

Ka. Kwarran Dukuhturi saat tilik haji sekaligus mengantar keberangkatan Haji Kak. Wardi, S.Pd, MM di rumah beliau desa Kalijambe Kecamatan Tarub.

 

Sejarah Haji tidak bisa terlepas dari sejarah pembangunan Ka’bah seperti yang diperintahkan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim as. Ketika Nabi Ibrahim as. selesai membangun Ka’bah, Allah SWT memerintahkannya untuk menyeru manusia agar melaksanakan haji. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman, artinya, “Serukanlah kepada seluruh manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Nabi Ibrahim as berkata kepada Allah SWT, Wahai Tuhan ! Bagaimana suaraku akan sampai kepada manusia yang jauh ?“, Allah SWT berfirman, Serulah ! Aku yang akan membuat suaramu sampai.

Pada tanggal 13 Oktober 2012 segenap keluarga besar Kwartir Ranting 11.28.05 Dukuhturi tilik haji ke rumah Sekretaris Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Dukuhturi yaitu Kak. Wardi, S.Pd,MM di kediaman beliau di desa Kalijambe Kec. Tarub sekaligus mengantar keberangkatan beliau ke Pendopo Kabupaten Tegal untuk dilepas secara bersama-sama oleh Wakil Bupati Tegal H. Moch. Hery Soelistiyawan, SH. MHum. Selamat selamat jalan kakak, selamat menunaikan ibadah haji, semoga menjadi haji yang mabrur. aamiin……

Rombongan Pengurus Kwartir Ranting 11.28.05 Dukuhturi bersama Kak. Wardi, S.Pd, MM sesaat sebelum pemberangkatan.

1. Kak. Sodikin, S.Pd (Ka. Kwarran)

2. Kak. Akhmad Subkhan, S.Pd (Anru Penggalang)

3. Kak. Wihartono (Ses. Kwarran)

4. Kak. Suci Utami, S.Pd, M.Pd (Waka Binawasa)

5. Kak. Hj. Sri Jatwati, S.Pd (Bendahara)

Tinggalkan komentar

PRAMUKA PEDULI KWARTIR RANTING 11.28.05 DUKUHTURI

Gerakan Pramuka sebagai salah satu organisasi pendidikan di Indonesia dalam melaksanakan pembinaan terhadap anggotanya selalu diarahkan pada peningkatan kemampuan, pengetahuan, ketrampilan dan disiplin dalam bentuk kegiatan yang menarik, sehat, bermanfaat dan berguna bagi masa depan.

Guna membina dan mengembangkan rasa tanggungjawab anggota Gerakan Pramuka terhadap masyarakat dan lingkungan, Gerakan Pramuka wajib melakukan berbagai kegiatan bersama masyarakat dan lingkungan sekitarnya melalui kegiatan bakti masyarakat ( community service) serta pembangunan masyarakat (community development). dalam rangka membangun citra Gerakan Pramuka serta meningkatkan kualitas dan kuantitas bakti pada masyarakat, sebagai potensi dalam masyarakat. Gerakan Pramuka terpanggil untuk turut serta bersama masyarakat , pemerintah, lembaga swadaya dan organisasi masyarakat lainnya membantu melaksanakan upaya-upaya penanganan permasalahan yang terjadi di masyarakat dan lingkungan.

Anggota Pramuka yang memiliki minat dan kepedulian di bidang pertolongan, pelestarian alam, permasalahan sosial, serta tugas-tugas kemanusiaan lainnya diwadahi dalam PRAMUKA PEDULI sebagai wujud nyata pelaksanaan Trisatya dan Darma Pramuka.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.